Tampilkan postingan dengan label metro tv. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metro tv. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

Surya-Ical Pastikan Media tidak Akan Jadi Alat Politik


Metrotvnews.com, Jakarta: Dua pemilik media massa nasional Surya Paloh dan Aburizal Bakrie memastikan tidak akan menggunakan media massa sebagai kendaraan politik jelang Pemilu 2014 mendatang. Seperti diketahui, kedua tokoh ini adalah ketua umum partai yang akan bertarung pada tahun depan.

Surya yang merupakan Ketua Umum Partai NasDem dan Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar memastikan, jika keberadaan media massa adalah alat untuk mencerdaskan bangsa bukan sebagai instrumen politik. Surya menegaskan pengalamannya yang malang melintang sebagai pemiliki media akan tetap memastikan jika institusi pers haruslah independen.

"Kita, saya dan Ical senior. Kami pastikan itu, room (news room) yang tidak melanggar harus dioptimalkan. Kewajiban kita jelas lah, agar institusi media massa itu harus ikut serta mencerdaskan bangsa, juga harus independen. Saya rasa cita-cita kita masaih ada," kata Surya menjelang buka puasa bersama Ical di Kantor DPP NasDem, Rabu (10/7).

Saat ditanya mengenai mantan kader NasDem yang kini berlabuh di Partai Hanura Harry Tanoe yang juga merupakan pemilik media massa besar di Indonesia, Surya enggan berkomentar. "Kalau junior media massa HT. Kalau mau tanya HT, tanyalah ke dia," pungkas Surya. (Hafizd Mukti)

Editor: Agus Tri Wibowo

Selasa, 25 September 2012

Kawan Lama - Akhirnya Metro TV Mengaku Salah


Fathiya Mumtazah Hari ini telah diadakan mediasi terkait acara “Metro Hari Ini” pada 15 September 2012 yang menayangkan dialog ‘Awas, Generasi Baru Teroris‘. Acara yang mengakibatkan lebih dari 29.000 pengaduan masuk ke KPI ini akhirnya ditindak lanjuti dengan mediasi yang dihadiri oleh perwakilan Metro TV , MUI, Forum Silahturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), Ikatan Rohis Se-Jabodetabek (IROJA) dan Indonesia Media Watch. Mediasi yang pada awalnya dilakukan secara terbuka dan mengundang beberapa wartawan dari media lain secara mendadak dilakukan secara tertutup. beberapa wartawan yang membawa undangan terpaksa diminta keluar kecuali wartawan Metro TV yang masih diperbolehkan mengikuti jalannya mediasi. Berikut adalah beberapa poin hasil pertemuan mediasi: 1. Metro TV dengan NYATA, mengaku SALAH. Metro TV meminta maaf atas pemberitaan yang tidak berimbang dan menyudutkan ROHIS. Kesalahannya termasuk ke dalam simplifikasi hasil penelitian Prof. Bambang yg terwujud dalam grafis. 2. Metro TV akan membuat acara utk klarifikasi dan liputan profil ROHIS. MetroTV berjanji, dalam seminggu ini, sudah ada program tayangnya. Pihak Metro TV akan membuat penayangan program dalam bentuk talkshow, mengundang perwakilan ROHIS. 3. Metro TV akan mengangkat kegiatan-kegiatan ROHIS guna menghapus stigmatisasi karena kesalahan pemberitaan ROHIS 4. Sudah dijadikan MOU, antara KPI dan MUI,,untuk setiap acara yg menyangkut Islam, diseleksi sebelum tayang Sampai saat ini pun sms aduan masih mengalir ke KPI, bukti bahwa pemberitaan itu benar-benar telah menyinggung seluruh elemen umat muslim, terutama para anggota dan alumni rohis yang jelas-jelas mengakui bahwa rohis telah banyak menghasilkan anggota dan alumni berprestasi yang siap terjun memberikan perubahan baik di masyarakat. Mari kita tunggu pemenuhan janji dari Metro TV untuk menayangkan klarifikasi dan membersihkan nama baik rohis yang sangat jauh dari aksi terorisme..