Rabu, 31 Oktober 2012
IPW Nilai Kapolda Lampung Gagal Jalankan Amanat
JAKARTA--MICOM: Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S
Pane mengkritik Kapolda Lampung Brigjen Jodie Rooseto. IPW menilai Jodie
gagal dalam menjalankan amanat jabatan, sehingga konflik di Kalianda,
Lampung Selatan, terus meluas.
Neta menilai, Jodie seharusnya bisa lebih profesional dalam penanganan Kamtibmas demi mencegah meluasnya konflik yang sudah menewaskan banyak korban jiwa. "Jodie sudah gagal menjalankan tugas pengamanan di Kalianda, Lampung Selatan," cetus Neta di Jakarta, Rabu (31/10).
Kepolisian Lampung tidak berhasil menghalau 10 ribu orang yang meringsek masuk Desa Balinurga, Kecamatan Waypanji, Senin, (28/10). Enam warga desa tersebut dilaporkan tewas dan 70 rumah dikabarkan dibakar massa. Namun, jumlah itu ternyata terus bertambah hingga 10 orang.
Situasi di Lampung Selatan hingga kini belum kondusif. Jodie yang seharusnya dipromosikan, hari ini, menjadi Kapolda Jawa Barat pun diminta oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk menyelesaikan masalah terebut.
Kendati begitu, ada kejanggalan di balik pembatalan tersebut. Jodie tetap diputuskan untuk dimutasi yakni sebagai Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Lembaga Pendidikan Polisi.
Kerusuhan itu sendiri bermula akibat dipicu kesalahpahaman anatara penduduk Desa Balinurga dengan Desa Agom.
Awalnya kecelakaan lalu-lintas yang dialami dua remaja putri pemotor dengan pesepeda ontel. Warga lantas menolong. Namun entah darimana, berkembang isu pelecehan seksual terhadap gadis itu. (IF/OL-8)
Neta menilai, Jodie seharusnya bisa lebih profesional dalam penanganan Kamtibmas demi mencegah meluasnya konflik yang sudah menewaskan banyak korban jiwa. "Jodie sudah gagal menjalankan tugas pengamanan di Kalianda, Lampung Selatan," cetus Neta di Jakarta, Rabu (31/10).
Kepolisian Lampung tidak berhasil menghalau 10 ribu orang yang meringsek masuk Desa Balinurga, Kecamatan Waypanji, Senin, (28/10). Enam warga desa tersebut dilaporkan tewas dan 70 rumah dikabarkan dibakar massa. Namun, jumlah itu ternyata terus bertambah hingga 10 orang.
Situasi di Lampung Selatan hingga kini belum kondusif. Jodie yang seharusnya dipromosikan, hari ini, menjadi Kapolda Jawa Barat pun diminta oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk menyelesaikan masalah terebut.
Kendati begitu, ada kejanggalan di balik pembatalan tersebut. Jodie tetap diputuskan untuk dimutasi yakni sebagai Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Lembaga Pendidikan Polisi.
Kerusuhan itu sendiri bermula akibat dipicu kesalahpahaman anatara penduduk Desa Balinurga dengan Desa Agom.
Awalnya kecelakaan lalu-lintas yang dialami dua remaja putri pemotor dengan pesepeda ontel. Warga lantas menolong. Namun entah darimana, berkembang isu pelecehan seksual terhadap gadis itu. (IF/OL-8)
Selasa, 30 Oktober 2012
Sabtu, 27 Oktober 2012
KNPI Sulut Dikecam karena Kacaukan Acara GP Nasdem
Sabtu, 27 Oktober 2012 | 16:54
http://www.beritasatu.com/nasional
Logo KNPI. (sumber: Istimewa)
Wakil Ketua Bidang Advokasi Garda Pemuda (GP) Nasional Demokrat (Nasdem), Fuad Tangkudung, mengatakan bahwa Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut) tidak punya etika. Pasalnya menurutnya, KNPI Sulut telah mengacaukan acara Sarasehan Politik Kebangsaan yang digagas GP Nasdem.
"Seharusnya, sebagai organisasi pemuda terbesar di Indonesia, harusnya KNPI Sulut bisa lebih beretika. Apalagi ini acara kerukunan umat beragama," kata Fuad kepada wartawan, di Manado, Sabtu (27/10).
Fuad mengaku menyesalkan tindakan yang seperti "anak TK" oleh kader KNPI Sulut tersebut. "Ini kan acara GP Nasdem. Kok KNPI bikin ribut di rumah tangga orang lain? Bersikaplah dewasa, jangan seperti anak TK," tegasnya.
Menurutnya, masalah dualisme KNPI seharusnya bisa diselesaikan dengan berdiskusi di internal mereka masing-masing. Apalagi sementara itu, acara GP Nasdem dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional. Ditambahkan Fuad, pihaknya tak akan segan menempuh jalur hukum, jika KNPI Sulut sampai merusak acara GP Nasdem.
Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah oknum KNPI Sulut mencoba untuk mengacaukan acara yang digelar GP Nasdem. Alasannya, Ketua Umum KNPI versi Kongres Lanjutan, Akbar Zulfakar, diundang oleh GP Nasdem. Sementara Ketua Umum KNPI, Taufan Rotorasiko, tidak diundang.
Penulis: SP/Carlos Paath/ Arsito
Jumat, 26 Oktober 2012
Kader Wanita Nasdem Ramai-ramai Mundur
BALI (GM)
- Kader Perempuan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Bali, ramai-ramai
mengundurkan diri. Pengunduran diri mereka mengikuti pengunduran diri
Ketua DPW Garnita Mahalayati Bali, Putu Suprapti Santy Sastra.
"Mulai hari ini, Rabu (10/10), saya resmi mengundurkan diri. Bersama saya juga mengundurkan diri 32 pengurus Garnita Bali dan DPD Kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Jembrana," kata Santi Sastra saat memberi keterangan resmi didampingi sejumlah pengurus dan Ketua KPPI Bali, D.A.P. Sri Wigunawati.
Santi Sastra mengatakan, ia mengundurkan diri karena selama empat bulan terakhir tidak ada komunikasi yang baik dari partai bentukan Surya Paloh itu. "Saya tidak dilibatkan dalam setiap kegiatan. Tapi begitu saya konfirmasi, katanya saya tidak bisa diajak berkoordinasi dan berkomunikasi," katanya.
Tak dibalas
Santi pun mengaku sudah mengirimkan surat kepada Nasdem untuk mempertanyakan hal itu. "Tetapi sampai sekarang surat saya tidak berbalas. Jadi memang ada upaya sistematis untuk menyingkirkan saya," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Nasdem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa mengatakan, soal masuk keluarnya seorang kader merupakan hal yang biasa. Ia mengaku tidak akan menyikapi berlebihan keluarnya Santi Sastra dan rekan-rekannya itu.
"Mulai hari ini, Rabu (10/10), saya resmi mengundurkan diri. Bersama saya juga mengundurkan diri 32 pengurus Garnita Bali dan DPD Kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Jembrana," kata Santi Sastra saat memberi keterangan resmi didampingi sejumlah pengurus dan Ketua KPPI Bali, D.A.P. Sri Wigunawati.
Santi Sastra mengatakan, ia mengundurkan diri karena selama empat bulan terakhir tidak ada komunikasi yang baik dari partai bentukan Surya Paloh itu. "Saya tidak dilibatkan dalam setiap kegiatan. Tapi begitu saya konfirmasi, katanya saya tidak bisa diajak berkoordinasi dan berkomunikasi," katanya.
Tak dibalas
Santi pun mengaku sudah mengirimkan surat kepada Nasdem untuk mempertanyakan hal itu. "Tetapi sampai sekarang surat saya tidak berbalas. Jadi memang ada upaya sistematis untuk menyingkirkan saya," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Nasdem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa mengatakan, soal masuk keluarnya seorang kader merupakan hal yang biasa. Ia mengaku tidak akan menyikapi berlebihan keluarnya Santi Sastra dan rekan-rekannya itu.
(net)**
Langganan:
Postingan (Atom)

