Jumat, 17 Oktober 2014

Ini Pesan Surya Paloh untuk 35 Anggota DPR Asal Nasdem



JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengingatkan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari partainya untuk memegang teguh janji dan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat yang amanah.
"Saya berpesan kepada para anggota DPR terpilih dari Partai Nasdem untuk memegang teguh janjinya menjadi wakil rakyat yang amanah," kata Surya saat ditemui sebelum acara pengucapan sumpah dan pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2014-2019 di Jakarta, Rabu (1/10/2014), seperti dikutipAntara.
Menurut dia, 35 politisi Partai NasDem sebagai anggota DPR terpilih harus dapat mengadakan perubahan bagi negara dan bangsa ke arah yang lebih baik serta menjadi teladan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Saya mengingatkan untuk benar-benar mereka menyadaripositioning dan arti keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat," ujar dia.
Menurut Surya, mereka harus memberi keteladanan, baik sikap mereka, tutur bahasa, maupun perilaku mereka. Kalau anggota DPR dari Partai Nasdem tidak memberikan suatu perubahan keteladanan, maka tidak ada bedanya mereka dengan politisi lain.
Ia pun menekankan betapa pentingnya keberadaan DPR sebagai lembaga yang dapat mewakili aspirasi dan kepentingan rakyat. Bila DPR dianggap tidak lagi merepresentasikan wakil dari rakyat itu sendiri, hal itu tidak baik bagi kelangsungan demokrasi.
"Bagaimanapun institusi parlemen kita ini harus tetap mendapatkan kehormatan di tengah kehidupan kebangsaan kita," ujar Surya.

Rabu, 15 Oktober 2014

Surya Paloh: Kader Nasdem yang Kunker ke Luar Negeri akan Dipecat



Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 36 kader Partai Nasdem berhasil menjadi anggota DPR Periode 2014-2019. Agar mereka bisa bekerja maksimal untuk konstituen, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Palohmenegaskan akan memecat anggotanya yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri.

"Segera dan saya telah perintahkan fraksi untuk larang dan ikut dalam kunker ke luar negeri sepanjang APBN kita defisit," tutur Surya Paloh di DPP Nasdem, Jakarta, Rabu (13/10/2014).

Dia menegaskan apa yang diucapkan tidak sekadar perintah yang tanpa konsekuensi dan akan ada sanksi bagi mereka yang melanggar instruksi tersebut. 

"Kalau ada yang ikut kunker, dipecat. Kita nggak main-main," tegas Paloh.

Paloh menjelaskan, dirinya telah menyerahkan para anggota DPR dari Nasdem ke tangan Ketua Fraksi Nasdem Victor Laiskodat. Keputusan yang diambil oleh fraksi pun merupakan kepanjangan tangan dari DPP.

"Saya harapkan Nasdem sebagai partai baru bawa suasana kebatinan baru untuk perbaiki citra resmi yang hari ini pencitraannya tidak membanggakan hati. Ini misi penting yang harus direpresentasikan Nasdem. Program resmi DPR dalam kunker ke luar negeri, Nasdem dilarang. Apa pun bentuknya selama masih defisit," tandas Paloh. (Sss)
Credit: Rinaldo

Minggu, 06 Juli 2014

Jokowi Umrah, JK Pilih Pulang Kampung Saat Masa Tenang



Liputan6.com, Jakarta - Capres nomor urut 2 Joko Widodo berencana umrah untuk mengisi masa tenang jelang Pilpres 2014. Lalu apa yang akan dilakukan cawapres pendamping pria yang karib disapa Jokowi itu, Jusuf Kalla atau JK?

JK mengaku ingin beristirahat di kediamannya. Lalu setelah itu, dia akan langsung bertolak ke kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Setelah debat capres, saya istirahat. Besoknya pulang kampung ke Makassar, istirahat di sana," ujar JK usai rapat dengan Jokowi dan timses di Jalan Subang nomor 3A, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/7/2014).

JK mengatakan, pasangan politiknya Jokowi akan umrah pada Minggu 6 Juli. Jokowi akan berada di Tanah Suci selama 2 hari. Mantan Walikota Solo itu kembali ke tanah air sebelum hari pencoblosan pada 9 Juli 2014.

Sedangkan hari Sabtu ini, Jokowi dan JK akan menghabiskan waktu di Ibukota. Setelah latihan penguasaan materi, pasangan nomor urut 2 ini bakal mendatangi konser Salam 2 Jari di Gelora Bung Karno. Dari sana, keduanya bakal menghadiri debat pamungkas capres-cawapres di Hotel Bidakara.

"Ini kan di Gelora Bung Karno. Kemudian debat. Selesai itu saya istirahat. Pak Jokowi umrah," ucap JK. (Sss)

(Nadya Isnaeni )


Tags :  PILPRES 2014  JUSUF KALLA  JOKOWI-JK

Sabtu, 05 Juli 2014

Partai Nasdem Resmi Berkoalisi dengan PDI

Senyum Jokowi-JK Saat Dengar Kemenangan di Arab Saudi




Liputan6.com, Jakarta - Relawan capres dan cawapres nomor urut 2 Jokowi-JK mengklaim pasangan usungannya itu berhasil meraih mayoritas suara pemilih di Pilpres 2014 yang digelar di Arab Saudi pagi tadi. Pilpres di luar negeri memang dilaksanakan sebelum pencoblosan di tanah air 9 Juli 2014, yakni pada 4-6 Juli 2014.

Berdasarkan hasil survei exit poll yang digelar relawan, Jokowi-JK berhasil meraih suara 81% di Arab Saudi. Sementara capres lawan, Prabowo-Hatta hanya mengantongi suara sebanyak 14%. Sedangkan suara tak sah mencapai 5%. Mendengar kabar baik ini, Jokowi pun semringah.

Jokowi mengaku senang dengan perolehan tersebut. Namun dia tetap akan menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ya bagus. Kurang lebih dalamnya juga sama. Di luar WNI, di sini juga WNI. Nanti dilihatlah, jangan mendahului. Tunggu saja 9 Juli," ucap Jokowi di Jalan Subang, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/7/2014).

Sama seperti Jokowi, sang cawapres Jusuf Kalla atau JK juga girang. "Apalagi di dalam negeri, di luar aja menang," ujar JK sambil tersenyum.

Selain di Arab Saudi, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut juga mengaku mendapatkan laporan kemenangan di Qatar dan China. Menurutnya, berita baik ini bisa terjadi karena adanya dukungan media sosial yang jaringannya menjangkau dunia internasional.

"Di Twitter kan ramai kemarin hastag #AkhirnyaMilihJokowiJK berarti benar itu," ujar JK.

Bahkan menurut JK, maraknya kampanye hitam tidak akan mempengaruhi pilihan rakyat. Dia dan jajarannya juga akan berusaha menjaga Pilpres nanti berlangsung dengan bersih dan aman.

"Begini, susah melawan rakyat dan kita akan menjaga Pilpres ini berlapis. Untuk saksi resmi kita akan menugaskan relawan-relawan," tuturnya. (Sss)

(Nadya Isnaeni )


Tags :  PILPRES 2014  JOKOWI-JK

Siap Menerima Sanksi, Ribuan Kader Nasdem Dukung Prabowo




REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Ribuan kader Nasdem memilih membelot untuk mendukung capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Mereka pun siap menerima sanksi apapun dari partai.

Dukungan diberikan melalui deklarasi dukungan simpatisan Nasdem Kota Cirebon, di lapangan bulutangkis RW 01 Kegiren Kelurahan/Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu (5/7).

Dalam deklarasi itu, mereka sepakat untuk memilih pasangan Prabowo-Hatta. Mereka menilai, Prabowo sosok  yang mumpuni, tegas dan tidak mau diinjak negara asing.

''Prabowo-Hatta akan membawa bangsa ini lebih maju. Kami siap memenangkan pasangan Prabowo-Hatta,'' tegas Ketua Relawan Nasdem, M Ichwan Malik.

Ichwan menjelaskan, keputusan untuk mendukung Prabowo-Hatta itu  diberikan dari ketiga daerah pilihan (Dapil) di Kota Cirebon. Pihaknya mengaku siap menerima sanksi apapun dari partai, termasuk sanksi berupa pemecatan.